Matius 12:7

Matius 12:7 Jika memang
kamu mengerti maksud firman ini: Yang
Kukehendaki ialah belas kasihan dan
bukan persembahan, tentu kamu tidak
menghukum orang yang tidak bersalah.
Pada pengertian belas kasihan yang ketiga ini, ada hubungannya dengan Sabat pada zaman perjanjian lama, yaitu zaman Daud dan dalam kitab Taurat, yang masih berlaku hingga saat ini, yaitu berpantang makan dan hukum-hukum dalam Bait Allah.
Dengan hubungan pada kedua contoh yang Yesus katakan kepada orang-orang Farisi yang kurang percaya kepada-Nya tersebut, Yesus Kristus mengajukan pendapat-Nya akan (sekali lagi) perlunya rasa berbelas kasihan, walaupun di sini murid-murid Yesus melakukan sesuatu yang pada saat Sabat tidak boleh ataupun melanggar hukum Sabat, yaitu murid-murid Tuhan Yesus sampai memetik dan memakan bulir gandum pada hari Sabat.
Namun Beliau memiliki ajaran yang utama, lebih perlu dan hukum yang baru untuk umat pengikut Yesus Kristus, yaitu lebih penting belas kasihan dari pada hari Sabat, yang melebihi Bait Allah. Dengan arti belas kasihan, yaitu: menyediakan waktu untuk mengasihi sesama pada hari Sabat walaupun sampai melanggar hukum yang sangat besar kuasanya ini, yaitu menahan lapar pada hari Sabat.
Akan tetapi orang-orang Farisi tersebut tidak dapat menghukum murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang tidak bersalah tersebut. Karena pada dasarnya belas kasihan itu adalah Hukum Tuhan sendiri dan hanya Yesus Kristus-lah, Anak Manusia yang dapat mendeklarasikan hukum yang baru ini dan Beliau menjadi Tuhan atas hari Sabat sampai pada hari ini.

